Finishing Madrasah Raudhatul Ulum Pedalaman Kalimantan Selatan

Finishing-Madrasah-Raudhatul-Ulum-Pedalaman-Kalimantan-Selatan1601262171.jpg

Bermula dari sebuah langgar 

 

Madrasah yang sudah 16 tahun ini bermula dari sebuah langgar. Tempat yang sekarang di tempati madrasah itu adalah langgar, atau lebih di kenal dengan istilah kobung dalam istilah orang Madura. Karena memang hampir semua orang Madura yang ada di Kalimantan masih mengikuti tradisi turun temurun dari orang tuanya yang berada di Madura sana. Begitupun dengan keluar Saridin dan Sutiyah. Saridin dan Sutiyah adalah ayah dan ibu angkat dari M. Baisuni Ali Penggagas Pendiri sekaligus Kepala madrasah di Madrasah tersebut. Saridin dan Sutiyah ini tidak hanya di karuniai seorang anak namun meninggal saat masih kecil, sehingga akhirnya ia mengambil anak dari saudara laki-laki Sutiyah. Yakni anak dari Mat Ali, ayah asli dari M. Baisuni Ali.

 

Saridin dan Sutiyah, memang terkenal dengan kelebihan hartanya di banding yang lain dimasanya. Tanah dan sawahnya pun sangatlah luas. Sehingga dengan kelebihan itu dan ia tidak memiliki keturunan akhirnya iapun mengambil anak dari Mat Ali tersebut. Ada cerita unik dari pengambilan anak tersebut. Yakni ketika hamilnya Waqiah, Istri dari Mat Ali yakni Ibu asli dari M. Baisuni Ali, para ahli dan para tabib masa itu menyatakan kalau anak yang di kandungnya adalah perempuan.

Maka Sutiyah (Ibu angkat M. Baisuni  Ali) mengatakan “Kalau laki-laki nanti yang lahir berikan kepada saya”.Dan Waqiahpun mengiyakan, karena memang kakak-kakak dari M. Baisuni Ali itu semuanya laki-laki. Dan setelah lahir ternyata memang laki-laki dan Waqiahpun menepati janjinya untuk memberikan anaknya kepada Sutiyah. Jadilah M. Baisuni Ali dibawa ke Gunung Lombok. Yang jaraknya dibatasi satu desa dari desa Paulinan tempat lahirnya dan rumah dari Mat Ali dan Waqiah.

Begitupun dengan keluarga Saridin dan Sutiyah, dia memiliki sebuah langgar besar yang biasa di gunakan untuk menyimpan gabah, atau kacang, atau sisa-sisa hasil panen yang tidak dimakan. Juga di gunakan untuk menemui tamu dan untuk mengadakan acara-acara desa, seperti tahlil alhabsi atau pertemuan-pertemuan yang dilaksanakan.Maka dari langgar itulah di bangun cikal bakal madrasah Raudhatul Ulum. Setelah langgar itu di hancurkan, maka dibangunlah bangunan madrasah tersebut. Sempat terjadi musibah juga waktu sebelum pembangunan madrasah. Yakni mobil yang membawa papan serta kayu yang untuk di gunakan bangunan madrasah kala itu terbalik dan menumpahkan semua isinya di perempatan sebelum masuk ke jalan madrasah (Pak dengdeng, istilah orang Lombok).

Pendirian dan Lika-Likunya

Madrasah Raudhatul Ulum atau disingkat menjadi MRU berdiri pada 4 Sya’ban 1420 H, atau 12 November 1999 M. pada tahun itulah madrasah itu resmi didirikan. Dan terus diperjuangkan dan di bangun untuk terus dan terus semakin besar lagi. Sebelum berdirinya Madrasah Raudhatul Ulum, ada madrasah bernama Nurul Jannah yang letaknya di SMP 2 Gunung Batu sekarang. Dan begitupun dengan M. Baisuni Ali juga mengajar disana. Namun karena terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan, pecahlah madrasah tersebut dan semua muridnya bubar. Dari bubarnya madrasah tersebut, anak-anak desa yang dulunya sekolah madrasah dan mendalami ilmu agama, tidak lagi bersekolah. Sehingga kala itu terjadi kefakuman pendidikan madrasah, hanya sekolah SD dipagi hari.

Dari kefakuman itulah, timbul inisiatif dari M. Baisuni Ali untuk membangun dan mendirikan tempat pendidikan guna mengisi kekosongan belajar dari anak-anak desa tersebut sehingga mereka tidak terputus ilmunya. Sehingga toh walaupun tidak menjadi orang alim, diharapkan mereka bisa mengajikan dan membacakan yasin kala orang tuanya meninggal, atau setidaknya mereka bisa untuk mandi wajib dan bisa melaksanakan shalat. Dari keprihatinan dan harapan itulah berdiri Madrasah Raudhatul Ulum.

Tata Cara Donasi

1. Klik Donasi
2. Masukan nominal donasi dan data diri
3. Pilih Bank (Metode Pembayaran)
4. Transfer sesuai nominal
5. Donasi anda selesai

Masuk/Daftar