
Tunaikan Kurban Penuh Cinta
Jumat, 1 Mei 2026
262 kali dibaca
[Khutbah Pertama]
الْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ التَّقْوَى مَلَاذًا لِلْمُؤْمِنِيْنَ، وَشَرَعَ الْقُرْبَانَ تَقَرُّبًا إِلَى رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، خَيْرُ مَنْ ضَحَّى وَأَوْفَى، وَأَعْظَمُ مَنْ أَحَبَّ مَوْلَاهُ وَاتَّقَى.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ جَادُوْا بِأَنْفُسِهِمْ وَأَمْوالِهِمْ فِي سَبِيْلِ اللهِ.
فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ... أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ:
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT. Takwa yang dibalut dengan rasa cinta, karena sesungguhnya puncak dari ibadah adalah ketika seorang hamba menjalankan perintah Rabb-Nya dengan penuh kerelaan dan kasih sayang.
Kurban adalah bahasa cinta yang paling tinggi. Jika kita kembali menengok sejarah, kurban berawal dari ujian cinta yang luar biasa dahsyatnya. Nabi Ibrahim AS diperintahkan oleh Allah SWT melalui mimpi untuk menyembelih putra tercintanya, Ismail AS.
Bayangkanlah perasaan seorang ayah yang telah menunggu kehadiran buah hati selama puluhan tahun hingga masa tuanya, namun saat sang anak sedang lucu-lucunya dan mulai bisa berjalan serta membantu ayahnya, Allah justru meminta anak itu untuk dikurbankan.
Nabi Ibrahim tidak berdebat dengan wahyu, ia justru mendatangi Ismail dengan penuh kelembutan dan bertanya: "Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!" (QS. As-Saffat: 102).
Luar biasanya, Ismail yang dididik dengan cinta dan ketaatan menjawab: "Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."
Ketika Ibrahim telah membaringkan Ismail dan siap melakukan perintah itu, di sanalah cinta Ibrahim teruji. Allah ingin memastikan, siapakah yang bertahta di hati Ibrahim? Apakah cintanya kepada anak, atau cintanya kepada Sang Pencipta? Ketika pisau sudah di leher dan Ibrahim memilih taat, saat itulah Allah mengganti Ismail dengan seekor domba besar dari surga. Allah tidak butuh darah Ismail, Allah hanya ingin memastikan bahwa cinta Ibrahim kepada-Nya tidak tersaingi oleh apa pun di dunia ini.
Jamaah yang berbahagia,
Cinta inilah yang harus kita bawa saat menunaikan kurban tahun ini. Cinta kepada Allah berarti kita memberikan yang terbaik, bukan yang paling murah atau yang paling kurus. Kita memberikan "harta kesayangan" kita untuk mengetuk pintu rahmat-Nya.
Sebagaimana firman Allah: "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai." (QS. Ali Imran: 92).
Selain cinta kepada Allah, kurban juga merupakan manifestasi cinta kepada sesama hamba. Rasulullah SAW adalah pribadi yang sangat penuh cinta. Suatu hari saat Idul Adha, beliau menyembelih dua ekor domba. Satu untuk beliau dan keluarga, namun domba yang kedua beliau sembelih seraya bersabda: "Ya Allah, ini untuk umatku yang belum mampu berkurban." Lihatlah betapa luas cinta Rasulullah SAW. Beliau memikirkan kita, umatnya, bahkan saat beliau sedang beribadah kurban.
Cinta dalam berkurban juga berarti menghidupkan nilai keadilan sosial di tengah umat. Di saat banyak saudara kita yang harus berjuang keras hanya untuk mendapatkan sesuap nasi, kurban hadir sebagai jawaban atas doa-doa mereka yang tertahan.
Dengan berkurban, kita sedang meruntuhkan tembok pemisah antara si kaya dan si miskin. Bayangkan betapa besarnya pahala yang mengalir saat sepotong daging kurban yang Anda berikan mampu menghadirkan tawa di wajah anak-anak yatim yang jarang merasakan kemewahan hidangan.
Tunaikanlah kurban tahun ini dengan penuh cinta. Cinta yang membuat kita ikhlas merogoh kocek untuk membeli hewan terbaik. Cinta yang membuat kita bahagia melihat orang lain bahagia. Harta yang Anda lepaskan karena cinta kepada Allah tidak akan pernah berkurang, melainkan akan kembali dalam bentuk keberkahan hidup yang berlipat ganda.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ.
[Khutbah Kedua]
الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ... فَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Mari kita tutup khutbah ini dengan sebuah tekad: Bahwa kurban kita tahun ini harus lebih berkualitas dari tahun lalu, baik secara fisik hewannya maupun secara batin keikhlasannya. Mari kita hadirkan cinta di setiap tetes darah yang mengalir, agar ia menjadi penghapus dosa dan pengangkat derajat kita di sisi Allah SWT.
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ... يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْواتِ.
Ya Allah, terimalah ibadah kurban kami. Jadikanlah kurban kami sebagai bukti cinta kami yang tulus kepada-Mu sebagaimana Engkau menerima kurban Nabi Ibrahim AS. Lembutkanlah hati kami untuk selalu peduli kepada sesama hamba-Mu yang lemah. Berkahilah rezeki kami agar kami dapat terus berbagi kebahagiaan. Ya Allah, golongkanlah kami bersama orang-orang yang meraih rida-Mu karena pengorbanan dan ketakwaannya.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ... فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Penulis : Akbar Trio Mashuri (LAZIS Nurul Falah)