
Khutbah Jumโat: Menjaga Lingkungan Sebagian dari Iman
Jumat, 30 Oktober 2026
KHUTBAH PERTAMA
ุงููุญูู ูุฏู ูููู ุงูููุฐูู ุฎููููู ุงูุณููู ูุงููุงุชู ููุงููุฃูุฑูุถู ููุฌูุนููู ุงูุธููููู ูุงุชู ููุงููููููุฑูุ ููุณูุฎููุฑู ููููุง ู ูุง ููู ุงููุฃูุฑูุถู ุฌูู ูููุนูุง ููููุนูู ูุฑูููุง ุจูุงููุฎูููุฑู ููุงูุทููุงุนูุฉู ููุงูุดููููููุฑู. ุฃูุดูููุฏู ุฃููู ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููู ููุญูุฏููู ููุง ุดูุฑููููู ููููุ ุงููุนูููููู ุงููููุจูููุฑู. ููุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ู ูุญูู ููุฏูุง ุนูุจูุฏููู ููุฑูุณูููููููุ ุงููู ูุจูุนููุซู ุฑูุญูู ูุฉู ููููุนูุงููู ููููู.
ุงููููููู ูู ุตูููู ููุณููููู ู ููุจูุงุฑููู ุนูููู ุณููููุฏูููุง ู ูุญูู ููุฏูุ ููุนูููู ุขูููู ููุตูุญูุจููู ุงูููุฐููููู ููุงูููุง ุฃูู ูููุงุกู ุนูููู ุฃูุฑูุถู ุงูููู ููุนูุจูุงุฏููู.
ููููุง ุนูุจูุงุฏู ุงููููุ ุงูุชูููููุง ุงูููู... ุฃูููุตูููููู ู ููููููุณููู ุจูุชูููููู ุงููููุ ููููุฏู ููุงุฒู ุงููู ูุชูููููููู. ููุงูู ุงูููู ุชูุนูุงููู ููู ุงููููุฑูุขูู ุงููุนูุธูููู ู:
ุฃูุนูููุฐู ุจูุงูููู ู ููู ุงูุดููููุทูุงูู ุงูุฑููุฌูููู ู. ููููุง ุชูููุณูุฏููุง ููู ุงููุฃูุฑูุถู ุจูุนูุฏู ุฅูุตูููุงุญูููุง ููุงุฏูุนูููู ุฎูููููุง ููุทูู ูุนูุง ุฅูููู ุฑูุญูู ูุชู ุงูููููู ููุฑููุจู ู ููู ุงููู ูุญูุณูููููู.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan yang tidak hanya berwujud dalam kekhusyukan ibadah ritual semata, melainkan juga terpancar dalam sikap kepedulian, kesadaran, dan tanggung jawab kita dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup yang telah Allah amanahkan kepada kita.
Bumi tempat kita berpijak, udara yang kita hirup, serta air yang kita minum adalah nikmat-nikmat agung yang Allah tundukkan untuk keberlangsungan hidup manusia. Namun, Islam mengajarkan bahwa manusia diciptakan di muka bumi ini bukan sebagai penguasa yang bebas merusak, melainkan sebagai khalฤซfah (pengelola dan pemakmur bumi).
Allah SWT menegaskan dalam Surah Hud ayat 61:
ูููู ุฃูููุดูุฃูููู ู ู ููู ุงููุฃูุฑูุถู ููุงุณูุชูุนูู ูุฑูุงููู ู ูููููุง
Artinya: "Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya."
Jamaah yang berbahagia,
Menjaga kelestarian lingkungan bukanlah sekadar isu sosial atau kampanye duniawi belakangan ini, melainkan bagian tak terpisahkan dari keimanan seorang Muslim. Kerusakan lingkungan yang terjadi saat iniโmulai dari banjir, pencemaran sampah, kekeringan, hingga krisis iklimโpada hakikatnya adalah dampak dari keserakahan dan kelalaian manusia itu sendiri. Allah mengingatkan dalam Surah Ar-Rum ayat 41:
ุธูููุฑู ุงููููุณูุงุฏู ููู ุงููุจูุฑูู ููุงููุจูุญูุฑู ุจูู ูุง ููุณูุจูุชู ุฃูููุฏูู ุงููููุงุณู ููููุฐููููููู ู ุจูุนูุถู ุงูููุฐูู ุนูู ููููุง ููุนููููููู ู ููุฑูุฌูุนูููู
Artinya: "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
Bagaimana ajaran Islam menuntun kita untuk menjaga lingkungan sebagai wujud konkrit keimanan?
Pertama, Menjauhi Sikap Tabdzir dan Israf (Berlebih-lebihan).
Islam melarang keras perilaku boros dan serakah dalam mengeksploitasi sumber daya alam. Rasulullah SAW meneladankan hemat air bahkan saat berwudhu di tepi sungai yang mengalir deras. Beliau bersabda agar kita tidak berlebih-lebihan menggunakan air sekalipun berada di sumber air yang melimpah (HR. Ahmad). Hemat energi, tidak membuang-buang makanan, serta menggunakan air seperlunya adalah langkah awal menjaga keseimbangan alam.
Kedua, Menjaga Kebersihan dan Membuang Sampah pada Tempatnya.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Imam Muslim: "At-Thuhลซru syatrul ฤซmฤn" (Kebersihan/kesucian itu adalah sebagian dari iman). Kebersihan dalam Islam tidak hanya terbatas pada badan dan pakaian saat shalat, tetapi mencakup kebersihan saluran air, jalanan, serta fasilitas umum. Beliau bahkan memasukkan amalan menyingkirkan gangguan (seperti sampah atau duri) dari jalan sebagai tingkatan iman yang sangat mulia. Sebaliknya, membuang sampah sembarangan hingga menyumbang banjir dan penyakit adalah perbuatan yang merugikan sesama manusia.
Ketiga, Menanam Pohon dan Memakmurkan Biji Kebaikan.
Menanam pohon (penghijauan) merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir selama tanaman tersebut memberi manfaat, keteduhan, atau oksigen bagi manusia dan hewan. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim:
ู ูุง ู ููู ู ูุณูููู ู ููุบูุฑูุณู ุบูุฑูุณูุง ุฃูู ููุฒูุฑูุนู ุฒูุฑูุนูุงุ ููููุฃููููู ู ููููู ุทูููุฑู ุฃููู ุฅูููุณูุงูู ุฃููู ุจูููููู ูุฉูุ ุฅููุงูู ููุงูู ูููู ุจููู ุตูุฏูููุฉู
Artinya: "Tidaklah seorang Muslim menanam tanaman atau menabur benih, lalu hasilnya dimakan oleh burung, manusia, atau hewan ternak, melainkan hal itu menjadi sedekah baginya."
Bahkan, dalam sebuah riwayat digambarkan betapa pentingnya menjaga kelestarian alam: sekiranya kiamat hendak datang besok dan di tangan salah seorang di antara kita ada bibit pohon, hendaknya ia tetap menanamnya jika ia mampu.
Keempat, Menjaga Kepedulian Sosial Melalui Sedekah dan Kedermawanan.
Lingkungan hidup yang sehat akan melahirkan masyarakat yang sejahtera. Menjaga lingkungan juga berkaitan erat dengan kesalehan sosial. Dengan menyisihkan sebagian rezeki kita untuk mendukung penyediaan air bersih, pembersihan lingkungan masjid dan permukiman, serta membantu kaum dhuafa yang terdampak bencana alam, kita telah memadukan antara iman, kepedulian alam, dan kasih sayang sesama.
Maโasyiral Muslimin Rahimakumullah,
Mari kita mulai perubahan ini dari diri sendiri dan keluarga kita masing-masing. Didiklah anak-anak kita untuk mencintai kebersihan, memilah sampah, menanam tanaman di pekarangan rumah, serta menghargai setiap tetes air dan nikmat alam yang Allah berikan.
Semoga Allah SWT menggolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur, mampu menjadi pemakmur bumi yang amanah, serta melimpahkan rahmat dan keberkahan-Nya bagi negeri yang kita cintai ini.
ุจูุงุฑููู ุงูููู ููู ููููููู ู ููู ุงููููุฑูุขูู ุงููุนูุธูููู ูุ ููููููุนูููู ููุฅููููุงููู ู ุจูู ูุง ูููููู ู ููู ุงูุขููุงุชู ููุฐูููุฑู ุงููุญูููููู ู. ุฃููููููู ููููููู ููุฐูุง ููุงุณูุชูุบูููุฑู ุงูููู ุงููุนูุธูููู ู ููู ููููููู ู.
โ---
KHUTBAH KEDUA
ุงููุญูู ูุฏู ูููู ุญูู ูุฏูุง ููุซูููุฑูุง ููู ูุง ุฃูู ูุฑู. ุฃูุดูููุฏู ุฃููู ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููู ููุญูุฏููู ููุง ุดูุฑููููู ููููุ ููุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ู ูุญูู ููุฏูุง ุนูุจูุฏููู ููุฑูุณููููููู.
ุงููููููู ูู ุตูููู ููุณููููู ู ุนูููู ุณููููุฏูููุง ู ูุญูู ููุฏู ููุนูููู ุขูููู ููุฃูุตูุญูุงุจููู ุฃูุฌูู ูุนููููู.
ุฃูู ููุง ุจูุนูุฏูุ ููููุง ุนูุจูุงุฏู ุงููููุ ุงูุชูููููุง ุงูููู... ููููุชูููุธูุฑู ููููุณู ู ูุง ููุฏููู ูุชู ููุบูุฏู.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Sebagai penutup khutbah di siang hari yang penuh berkah ini, marilah kita senantiasa memohon petunjuk dan taufiq dari Allah SWT agar diberi kekuatan untuk merawat bumi tempat kita tinggal. Mari kita jadikan lingkungan di sekitar kita, lingkungan masjid kita, serta permukiman kita sebagai cerminan indahnya keimanan umat Islam yang bersih, asri, dan menentramkan.
ุฅูููู ุงูููู ููู ูููุงุฆูููุชููู ููุตูููููููู ุนูููู ุงููููุจูููู... ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐููููู ุขู ูููููุง ุตููููููุง ุนููููููู ููุณููููู ูููุง ุชูุณูููููู ูุง.
ุงููููููู ูู ุตูููู ุนูููู ุณููููุฏูููุง ู ูุญูู ููุฏู ููุนูููู ุขูู ุณููููุฏูููุง ู ูุญูู ููุฏูุ ููู ูุง ุตููููููุชู ุนูููู ุณููููุฏูููุง ุฅูุจูุฑูุงููููู ู ููุนูููู ุขูู ุณููููุฏูููุง ุฅูุจูุฑูุงููููู ูุ ููุจูุงุฑููู ุนูููู ุณููููุฏูููุง ู ูุญูู ููุฏู ููุนูููู ุขูู ุณููููุฏูููุง ู ูุญูู ููุฏูุ ููู ูุง ุจูุงุฑูููุชู ุนูููู ุณููููุฏูููุง ุฅูุจูุฑูุงููููู ู ููุนูููู ุขูู ุณููููุฏูููุง ุฅูุจูุฑูุงููููู ูุ ููู ุงููุนูุงููู ููููู ุฅูููููู ุญูู ูููุฏู ู ูุฌูููุฏู.
ุงููููููู ูู ุงุบูููุฑู ููููู ูุณูููู ููููู ููุงููู ูุณูููู ูุงุชูุ ููุงููู ูุคูู ููููููู ููุงููู ูุคูู ูููุงุชูุ ุงููุฃูุญูููุงุกู ู ูููููู ู ููุงููุฃูู ูููุงุชู.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan dosa guru-guru kami. Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang mampu menjaga amanah bumi-Mu ini dengan sebaik-baiknya. Jauhkanlah negeri kami dari berbagai bencana alam, banjir, wabah penyakit, dan kerusakan. Ya Allah, berikanlah taufiq kepada kami untuk senantiasa membiasakan hidup bersih, gemar bersedekah, dan saling tolong-menolong dalam kebaikan. Wafatkanlah kami semua kelak dalam keadaan husnul khatimah.
ุฑูุจููููุง ุขุชูููุง ููู ุงูุฏููููููุง ุญูุณูููุฉูุ ููููู ุงููุขุฎูุฑูุฉู ุญูุณูููุฉูุ ููููููุง ุนูุฐูุงุจู ุงููููุงุฑู.
ุนูุจูุงุฏู ุงููููุ ุฅูููู ุงูููู ููุฃูู ูุฑู ุจูุงููุนูุฏููู ููุงููุฅูุญูุณูุงูู ููุฅูููุชูุงุกู ุฐูู ุงููููุฑูุจูู ููููููููู ุนููู ุงููููุญูุดูุงุกู ููุงููู ูููููุฑู ููุงููุจูุบููู ููุนูุธูููู ู ููุนููููููู ู ุชูุฐููููุฑููููู. ููุงุฐูููุฑููุง ุงูููู ุงููุนูุธูููู ู ููุฐูููุฑูููู ูุ ููุงุดูููุฑููููู ุนูููู ููุนูู ููู ููุฒูุฏูููู ูุ ููููุฐูููุฑู ุงูููู ุฃูููุจูุฑู.
Penulis: Akbar Trio Mashuri (LAZIS Nurul Falah)