
Dekatkan Anak dengan Al-Qur’an
Setiap orang tua tentu ingin anaknya tumbuh menjadi generasi Qur’ani. Banyak yang bermimpi putranya menjadi hafiz atau putrinya menjadi penuntun keluarga dengan cahaya Al-Qur’an. Namun, mimpi ini akan tetap menjadi mimpi jika tidak diiringi pembiasaan sejak awal kehidupan anak.
Sejak dalam kandungan, lantunan ayat suci dapat dikenalkan melalui bacaan orang tua. Setelah lahir, membacakan Al-Qur’an secara rutin walau hanya beberapa ayat akan menjadi pondasi kecintaan anak pada Kitabullah. Dengan cara ini, Dekatkan Anak dengan Al-Qur’an bukan sekadar slogan, tapi langkah nyata membentuk generasi berakhlak mulia.
Membiasakan anak dengan Al-Qur’an tidak hanya soal mengajarkan bacaannya, tapi juga menanamkan rasa tenang setiap kali mendengar ayat suci. Inilah bekal untuk mewujudkan cita-cita besar: anak yang menjadi ahli Qur’an dan penjaga agamanya.
Membiasakan Anak dengan Al-Qur’an Sejak Dini
Pembiasaan sejak dini adalah langkah penting untuk Dekatkan Anak dengan Al-Qur’an. Saat anak sudah akrab sejak bayi, mereka akan memandang Al-Qur’an sebagai bagian hidupnya. Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Hadis ini mengajarkan bahwa belajar dan mengajarkan Al-Qur’an berlaku untuk semua usia. Orang tua bisa memulainya dengan cara sederhana, seperti melantunkan ayat-ayat pendek ketika memandikan bayi atau saat anak menjelang tidur. Rutinitas ini akan terekam dalam memori emosional anak dan membentuk hubungan hangat dengan Al-Qur’an.
Bahkan penelitian membuktikan bahwa bayi yang sering mendengar bacaan Al-Qur’an lebih tenang dan memiliki konsentrasi yang baik. Hal ini selaras dengan firman Allah ﷻ:
أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Menjadikan Al-Qur’an Bagian dari Rutinitas Keluarga
Anak meniru apa yang mereka lihat. Jika orang tua rajin membaca Al-Qur’an, mereka akan menirunya secara alami. Untuk Dekatkan Anak dengan Al-Qur’an, buatlah rutinitas keluarga yang sederhana tapi konsisten.
Misalnya, setelah shalat Maghrib, ajak anak membaca satu atau dua ayat sambil memberi penjelasan singkat. Saat bepergian, putar murattal sebagai pengganti musik. Tanpa terasa, anak akan terbiasa mendengar lantunan Al-Qur’an dalam berbagai suasana.
Lingkungan rumah yang Qur’ani menciptakan kehangatan spiritual. Anak akan memandang Al-Qur’an bukan sekadar kitab pelajaran, tetapi sumber bimbingan yang selalu hadir di hidupnya.
Menumbuhkan Cinta, Bukan Sekadar Kewajiban
Kesalahan yang sering terjadi adalah memperkenalkan Al-Qur’an hanya sebagai kewajiban sekolah. Padahal, yang perlu ditanamkan lebih dahulu adalah rasa cinta. Saat anak mencintai Al-Qur’an, mereka akan mencari dan membacanya dengan sukarela.
Ciptakan momen menyenangkan bersama Al-Qur’an, seperti lomba tebak surat, permainan ayat, atau kisah dari Al-Qur’an yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Aktivitas ini membuat anak merasa terhubung, bukan terpaksa.
Jika rasa cinta tertanam sejak kecil, anak akan menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat setia di setiap fase hidupnya. Mereka akan tumbuh menjadi pribadi berakhlak, kuat imannya, dan siap membawa cahaya Al-Qur’an ke mana pun mereka pergi.
Untuk Dekatkan Anak dengan Al-Qur’an, mulai dari pembiasaan sejak dini, rutinitas keluarga yang Qur’ani, dan menumbuhkan cinta di hati anak. Dengan cara ini, kita tidak hanya membentuk anak yang pintar membaca Al-Qur’an, tetapi juga generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya.