Rasulullah ﷺ bersabda:

إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية، أو علم ينتفع به، أو ولد صالح يدعو له

(رواه مسلم)

Artinya: “Jika anak adam meninggal dunia, amalnya menjadi putus kecuali tiga hal. Pertama, shadaqah jariyah, ilmu yang dmanfaatkan, atau anak shalih yang mendoakan dia.”

(HR Muslim: 931)

Salah satu amal yang tidak akan putus dari tiga unsur pada hadist diatas adalah shadaqah jariyah, artinya sedekah dengan pahala mengalir tanpa henti. Menurut para Ulama, sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Rafi’i, pahala mengalir yang disebutkan dalam hadist ini cenderung mengfarah pada masalah wakaf, karena benda yang diwakafkan akan langgeng, ia hanya bisa dimanfaatkan saja, dan tidak bisa dimiliki. Berbeda dengan selain wakaf, barang yang sudah diberikan kepada orang lain, sudah menjadi hak total baik bendanya maupun manfaatnya, semua menjadi milik penerima. Jadi bebas dijual atau dibuang sekalipun.

Syekh Khatib al-Syarbini dalam kitabnya Mughni al-Muhtaj mengatakan:

الصَّدَقَةُ الْجَارِيَةُ مَحْمُولَةٌ عِنْدَ الْعُلَمَاءِ عَلَى الْوَقْفِ كَمَا قَالَهُ الرَّافِعِيُّ فَإِنَّ غَيْرَهُ مِنْ الصَّدَقَاتِ لَيْسَتْ جَارِيَةً، بَلْ يَمْلِكُ الْمُتَصَدَّقُ عَلَيْهِ أَعْيَانَهَا وَمَنَافِعَهَا نَاجِزًا.

Artinya: “Shadaqah jariyah menurut para Ulama maksudnya cenderung mengarah ke persoalan wakaf sebagaimana yang dikatakan oleh al-Rafi’i, karena sedekah selain wakaf sifatnya tidak mengalir terus menerus, tapi penerima sedekah bisa memiliki benda dan manfaatnya sekaligus.” (Muhammad bin Ahmad al-Syarbini, Mughni al-Muhtaj, (DKI,1994), juz 3, hlm. 523)

Jumlah tanah wakaf di Indonesia mencapai lebih dari 4 miliar m² yang tersebar lebih dari 287 ribu lokasi dalam bentuk wakaf masjid, mushalla, madrasah, pesantren, sekolah, rumah sakit dan lain sebagainya, (Data Badan Wakaf indoneisa tahun 2017). Semuanya, baik secara langsung atau tidak langsung mempunyai andil yang sangat besar dalam ikut serta membangun negara Indonesia baik pembangunan fisik maupun pembangunan sember daya manusia (SDM) masyarakat Indoneisa.

Semuanya berangkat dari wakaf, baik wakaf pribadi maupun persekutuan. Berapa banyak masyarakat Indonesia tercedaskan dan menjadi sukses berangkat dari bangunan diatas tanah wakaf Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) yang kecil di pojok kampung, misalnya atau menjadi ilmuan tertentu yang berangkat dari kampus atau salah satu pesantren. Berapa banyak pula orang yang terselamatkan jiwanya berkat ada rumah sakit hasil wakaf seseorang yang sekarang mungkin waqif-nya sudah meninggal. Belum lagi masjid yang menjadi pusat kegiatan umat islam.

Jika di antara kita untuk memenuhi angsuran kredit bulanan dibela-belain peras keringat untuk memenuhi kebutuhan duniawi saja bisa, apakah kita tidak mau memeras sedikit keringat kita untuk kepentingan kita yang lebih abadi yaitu di negeri akhirat? Mari kita sisihkan sebagian harta kita untuk wakaf demi diri kita sendiri di akhirat kelak dan demi lingkungan serta anak cucu kita kelak yang akan bisa memanfaatkan secara terus menerus. Oleh karena itu, mari kita berdayakan wakaf. Fasilitas-fasilitas peribadatan atau fasilitas umum seperti madrasah, sekolahan, TPQ, rumah sakit, ambulance dan lain sebagainya yang belum ada, mari kita bergerak bersama untuk menginvestasikan harta kita.

Kita belum akan tercatat sebagai orang yang baik secara sempurna sebelum kita rela melepaskan harta yang kita sukai sampai kita mendonasikan harta kita.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لَنْ تَنَا لُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِ نَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

Artinya: “Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu, sungguh Allah Maha mengetahui.” (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 92)

Semoga dengan kita ikut andil dalam meneruskan perjuangan Ummat terdahulu dengan mewakafkan harta kita, kelak ketika kita meninggalkan dunia ini, Allah memberikan pertolongan kepada kita dengan meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Amin, Ya Rabbal alamin. (bms)


Kampanye Terkait

Bantu Tuntaskan Bangunan Pesantren Tahfidz Leader

Usiamu boleh Berakhir, Pahala Terus Mengalir. Ayo Bantu wujudkan mimpi para mahasiswa hafal Al Qur'an dan menjadi pemimpin masa depan

Rp 1,647,563 / Rp 100,000,000
66 hr tersisa

2%

Donasi