Hujan merupakan tanda kebesaran Allah swt sebagai rahmat bagi alam berserta isinya. Hal ini sebagaimana firman Allah swt dalam QS Ar-Ruum ayat 24 yang berbunyi.

وَمِنْ اٰيٰتِهٖ يُرِيْكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَّطَمَعًا وَّيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَيُحْيٖ بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ

Artinya: "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya, Dia memperlihatkan kilat kepadamu untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu dihidupkannya bumi setelah mati (kering). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mengerti." (QS Ar-Ruum: 24)

Dalam jurnal studi Alquran dan Hadis Arif Imam Mauliddin menemukan bahwa kata hujan yang ada dalam Al-Quran tidak hanya bermakna rahmat atau anugrah, namun juga bermakna sebagai azab atau musibah.

Lalu bagaimana proses terjadinya hujan?

Sebagaimana firman Allah dalam Qs. Ar-Ruum ayat 48 yang menggambarkan proses terjadinya hujan diawali dengan awan yang tebal. Kemudian Quraish Shihab menjelaskan dalam kitabnya bahwa hujan yang diturunkan Allah ke bumi melalui beberapa proses yaitu dengan mengirimkan angin yang menggerakkan awan.

Kemudian melalui hukum-hukum alam yang telah ditetapkannya awan tersebut membentang dilangit dengan bentuk yang bergumpal-gumpal. Lalu dengan izin Allah keluarlah dari celah-celahnya air hujan kepada yang dikehendakinya.

Proses turunnya hujan yang disebutkan dalam Al-Quran ternyata sejalan dengan yang ditemukan oleh para ilmuan.

Dahulu kala mungkin pada zaman purba tahapan-tahapan terjadinya hujan belum diketahui oleh manusia. Namun setelah ditemukan radar udara, tahapan tersebut mulai ditemukan oleh para ilmuan sains. Berdasarkan penelitian, proses turunnya hujan sangat dipengaruhi oleh angin dan sinar matahari hal itu bisa terjadi karena melalui beberapa tahap, yaitu :

Tahap Pertama

Siklus hujan evaporasi/transpirasi yang berawal dari air laut, danau dan sungai yang menguap menjadi gas ke atmosfer akibat terkena sinar matahari kemudian menjadi awan karena menerima energi panas dari matahari. Hal ini bisa terjadi karena molekul pada massa air memiliki energi kinetik yang cukup sehingga bisa tertarik ke atas

Tahap Kedua

Siklus hujan kondensasi merupakan proses dimana uap air di atmosfer berubah bentuk menjadi cair. Kemudian diturunkan kembali dalam bentuk presipitasi. Kodensasi merupakan kebalikan dari penguapan karena uap air memiliki tingkat energi yang tinggi daripada air ketika kondensasi terjadi.

Tahap Ketiga

Siklus hujan presipitasi, proses ini hasil ketika partikel kecil hasil kondensasi mengembang menjadi besar melalui penggabungan untuk menopang udara yang naik. Dimana proses ini adalah pelepasan hasil kondesasi ke bumi yang bisa berwujud curah hujan, salju atau es sekalipun.

Tahap keempat

Siklus hujan Run-Off, merupakan aliran dari sisa-sisa pelepasan presipitasi yang bermuara ke laut atau permukaaan air lainnya ketika curah hujan berlebih dan tanah tidak lagi penyerap air. Pada tahap siklus terahir ini proses terjadinya hujan akan kembali lagi pada tahap pertama sampai tahap keempat begitu seterusnya.

Berikut ini ilustrasi dari proses siklus hujan terjadi.

Lalu apa manfaat dari turunnya hujan ke bumi ?

Yang pertama, sebagai sumber kehidupan karena pada kenyataannya air hujan sebagai sumber kehidupan dalam aktivitas sehari-hari, begitupun seluruh makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup tanpa air.

Sebagaimana firman Allah dalam Qs. al-Anbiyaa ayat 30 yang menerangkan secara umum tentang segala sesuatu yang hidup berasal dari air. Selain itu air hujan juga mengadung berbagai unsur seperti H2O, asam nitrat, karbon, asam sulfat dan garam yang semuanya memiliki manfaat besar bagi kehidupan manusia di bumi.

Yang kedua, air hujan sebagai rezki rahmat dari Allah swt sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam Qs. Qaaf ayat 9 yang berbunyi:

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً مُّبٰرَكًا فَاَنْۢبَتْنَا بِهٖ جَنّٰتٍ وَّحَبَّ الْحَصِيْدِۙ

"Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen." (Qs. Qaaf: 9)

Yang ketiga, air hujan sebagai sarana ibadah karena bagi umat muslim air hujan termasuk air suci yang mensucikan dan dapat dijadikan untuk berwudhu.

Yang keempat, air hujan digunakan sebagai sarana pemberdayaan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari seperti dalam bidang pertanian.

Yang kelima, air hujan sebagai sarana pembangkit energi hal ini dapat terjadi karena fungsi air sekarang ini hampir semua teknologi menggunakan air sebagai penyeimbang. Contohnya seperti pendingin radiator pada mesin dan pengbangkit listrik tenaga air (PLTA).

Dari beberapa uraian manfaat air hujan dapat disimpulkan ternyata proses turunnya air hujan dalam Al Quran sangat penting untuk kita pahami dalam kehidupan. Karena sekarang ini sebagian orang memaknai hujan sebagai berkah sebagian lagi mengeluh ketika hujan mulai turun dan semoga kita termasuk dalam manusia yang pandai mensyukuri nikmat Allah swt. (Fatimah Dwi R, Volunteer Ramadhan)