Keadaan manusia pada hakikatnya tak akan selalu sama, kadang kita berada di atas, kadang berada di bawah. Oleh karena itu, agama menganjurkan untuk saling membantu sesama dalam kebaikan. Sebagai bentuk bantuan, agar orang yang sedang dalam kesulitan dapat menghadapi masalahnya lebih mudah.

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.” (QS. Al Maa’idah: 2)

Islam mengajarkan salah satu cara menolong sesama dengan istilah sedekah. Sedekah merupakan suatu pemberian seseorang berupa bantuan kepada orang lain yang membutuhkan secara ikhlas dan sukarela. Sifatnya lebih luas dari pada zakat dan infaq, karena sedekah memiliki bentuk yang beragam.

Menolong sesama dengan bentuk apapun, selama dalam kebaikan tetap bisa disebut dengan sedekah. Oleh karena itu, sedekah tak mesti selalu dalam bentuk harta.

Tenaga dan pengetahuan yang dikontribusikan untuk kepentingan dan kebaikan umat tetap merupakan sedekah. Bahkan, hal-hal sederhana yang diniatkan karena Allah itu pun merupakan sedekah.

"Hendaknya setiap muslim bersedekah. "Para sahabat bertanya, "Wahai Rasul, bagaimana orang-orang yang tidak memiliki sesuatu bisa bersedekah?" Rasulullah Saw menjawab, "Hendaklah ia berusaha dengan tenaganya hingga ia memperoleh keuntungan bagi dirinya, lalu ia bersedekah (dengannya)." Mereka bertanya lagi, "Jika ia tidak memperoleh sesuatu? "Jawab Rasulullah Saw, "Hendaklah ia menolong orang yang terdesak oleh kebutuhan dan yang mengharapkan bantuannya."
Mereka bertanya lagi, "Dan jika hal itu tidak juga dapat dilaksanakan?" Rasulullah Saw bersabda, "Hendaklah ia melakukan kebaikan dan menahan diri dari kejahatan, karena hal itu merupakan sedekahnya." (HR. Ahmad bin Hambal).

Berbagi kebaikan dengan sesama dan membantu meringankan beban mereka dengan berbagai cara merupakan satu amalan baik untuk kita. Bersedekah baik dengan harta atau lainnya akan menjadi pahala yang tak akan ada habisnya, bahkan sampai kita semua telah meninggal dunia.

Hadis tentang amal jariyah yang populer dari Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang berman­faat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim).

Sekarang banyak program donasi yang bertujuan mengumpulkan sumbangan bantuan untuk disalurkan kepada orang yang membutuhkan luar sana. Salah satunya adalah tabungamal.id yang dinahkodai oleh LAZIS Nurul Falah.

Namun, LAZIS Nurul Falah tidak hanya membuka jalan sedekah melalui harta saja, bisa juga melalui hal lain. Salah satunya adalah dengan menjadi volunteer/relawan yang bisa sedekah dengan memberi kontribusi dalam mensyiarkan program-program ramadhan serta mengumpulkan sumbangan-sumbangan dari masyarakat untuk disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Ternyata, banyak cara untuk kita bersedekah mengamalkan anjuran Rasulullah. Hal terpenting adalah sebesar apa rasa ingin kita untuk membantu sesama.

Pada dasarnya, ada banyak pilihan di depan kita untuk bersedekah dengan cara apapun. Penilaian sedekah ada pada seberapa ikhlas kita melakukannya, bukan seberapa besar sesuatu yang kita sedekahkan. Karena hal sederhana pun yang kita niatkan sebagai sedekah, akan Allah balas dengan balasn yang tak terbatas.

“Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap- tiap bulir seratus biji Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas karunia-Nya lagi maha mengetahui.” (Al-Baqarah: 261)

Marilah kita bersedekah dengan cara yang kita mampu, tanpa memberatkan diri kita, karena tujuan kita adalah menolong dan meringankan beban orang disekitar kita. (M. Akbar Al Ghifary - Volunteer Ramadhan)


Kampanye Terkait

Sedekah untuk Guru Ngaji Indonesia

Ayo Empati Pada Guru Ngaji Ditengah Pandemi Covid-19

Rp 14,829,714 / Rp 50,000,000
89 hr tersisa

30%

Donasi