Sosoknya dapat dijadikan teladan bagi siapa saja, terutama generasi muda atau milenial. Betapa tidak, di usia senjanya, semangat Pak Tuadji tidak surut dalam berbuat kebaikan seperti mewakafkan Al-Qur’an.

Hari-harinya diisi dengan belajar dan menebar kebaikan. Persis seperti semangat yang diusung Nurul Falah dalam slogan bahagia Bersama Al-Qur’an.

Sosok Mbah Kung, demikian Pak Tuadji biasa disapa, memang sangat bersahaja. Hidupnya sederhana. Namun, semangatnya dalam belajar patut diacungi jempol. Di hari tuanya, dia berusaha meningkatkan kemampuan belajar Al-Qur’an. Bersama Nurul Falah, dia seolah menemukan rumah belajar yang tepat. 

Semangat itu berlanjut dengan upayanya mendukung Nurul Falah dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an. Inilah mengapa Mbah Tuadji amat antusias mewakafkan Al-Qur’an secara rutin. 

LAZIS Nurul Falah pun menerimanya dengan sangat gembira. ”Mas, besok ke rumah ya. Al-Qur’annya sudah saya siapkan,” sapa Mbah Tuadji via telepon kepada tim LAZIS Nurul Falah. 

Sungguh semangat yang luar biasa. Begitulah kebiasaan beliau setiap bulan mewakafkan ratusan Al-Qur’an untuk disalurkan oleh LAZIS Nurul Falah ke berbagai daerah di Indonesia. 

”Pengadaan Al-Qur’an ini selain dari dana saya, juga saya koordinasi dari putra putri dan cucu saya,” tuturnya.

Itulah cara Mbah Tuadji dalam mengingatkan mereka untuk senantiasa mencintai Al-Qur’an. ”Semoga setiap Al-Qur’an yang dibaca ini pahalanya juga terus mengalir pada diri saya dan keluarga,” harapnya. 

Sebuah semangat yang sangat patut dicontoh. Spiritnya tidak kalah dengan saat dirinya masih muda dahulu. Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kesehatan kepada beliau. (eko)


Kampanye Terkait

Santri Pedalaman Butuh Media Belajar Mengaji

Bersama Lazis Nurul Falah mari salurkan rezeki Anda untuk memenuhi kebutuhan sarana penunjang media belajar AL Qur’an di pedalaman.

Rp 1,068,480 / Rp 42,600,000
268 hr tersisa

3%

Donasi