Takwa merupakan kata yang sangat populer diklangan umat Islam. Kata ini sering digunakan setidaknya setiap pekan sekali, yaitu pada hari jumat ketika para khotib menyampaikan khotbah. Kata yang amat sakral itu merupakan ikrar satu komitmen. Mengandung anjuran agar para jamaah kaum muslimin senantiasa lebih mendekatkan diri kepada Tuhannya dan secara maksimal melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dalam kehidupan. Anjuran ketakwaan itu lebih semarak lagi ketika memasuki bulan Ramadhan dalam satu tahun sekali. Dalam sebulan penuh umat Islam melaksanakan puasa. Tujuan melaksanakan puasa agar mencapai takwa.

Dalam pandangan Allah, kualitas manusia tidak diukur dari segala macam atribut yang melekat pada dirinya seperti kedudukan, jabatan, gelar, kekayaan, dan keturunan. Kualitas manusia hanya dipandang dari tingkat ketakwaannya (QS Al- Hujurat: 13). Orang-orang yang paling bertakwalah yang mulia.

Ada dua jalan utama untuk meningkatkan ketakwaan. Pertama, olah batin atau melakukan mujahadah. Yaitu usaha yang sungguh-sungguh dengan melibatkan jiwa dalam setiap ibadah yang dilakukan. Melakukan riadhoh atau melatih jiwa dengan kesabaran, keikhlasan, dan menerima segala yang kehendaki Allah pada dirinya. Kedua, meningkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap kesulitan-kesulitan yang dihadapi sesama.

Pada dasarnya, setiap amalan ibadah mahdhah seperti shalat, zakat, puasa, dan haji buahnya adalah tumbuhnya kepedulian sosial. Belum punya nilai yang baik walaupun shalatnya rajin jika dalam kehidupan sehari- hari tidak memedulikan sesama. Berhubungan baik dengan Allah atau hablum minallah dan berhubungan baik dengan antarmanusia atau hablum minannas itulah yang menjadi tujuan diciptakan aturan agama.

Contoh profil yang paling mudah dapat dilihat dan diambil pelajaran seperti yang telah diperankan oleh para ulama-ulama saleh terdahulu. Ibadah mereka sangat kuat, tetapi tidakhanyaasyikduduktermangu untuk dirinya sendiri saja. Para ulama tersebut sangat aktif hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan solusi terhadap kesulitan yang dihadapi. Hadir dalam segala macam problem kehidupan, mulai yang sangat kecil sampai persoalan yang sangat besar. Walaupun mereka terkadang harus menanggung risiko pada dirinya.

Situasi kehidupan masyarakat sekarang ini masih belum pulih dari pandemi Covid-19 yang telah berlangsung dua tahun lebih. Persoalan yang ditimbulkan akibat Covid itu menjalar ke berbagi kehidupan. Kemiskinan semakin melebar. Akibatnya, banyak orang tua yang tidak mampu menyekolahkan putra-putrinya ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Daya beli ekonomi tidak terjangkau. Jika kondisi ini tidak dipikirkan secara bersama-sama, akan muncul kriminilitas.

Merupakan kesempatan yang sangat terbuka untuk melatih meningkatkan ketakwaan dengan cara membangun kepekaandan kepedulian antar sesama di tengah-tengah kehidupan yang masih mengalami kesulitan ini. Yang memiliki kelebihan harta bisa dengan sedikit hartanya untuk saling berbagi kepada yang sangat membutuhkan. Yang punya ilmu bisa membantu dengan ilmunya dalam mencari terobosan aksi untuk mengatasi persoalan kehidupan ini.

Seraya mempraktikkan anjuran Nabi SAW dalam sebuah hadits ”Barangsiapa yang memudahkan kesulitan saudaranya dari kesulitan dunia niscaya Allah akan memudahkan dari kesulitan di akhirat (HR Muslim).

Sahabat juga bisa turut menjadi bagian pelopor kebaikan untuk membantu saudara muslim kita yang sedang mengalami kesulitan, khususnya yang berdakwah menyebarkan panji Islam melalui Al-Quran. Ada banyak program yang kami sediakan untuk sahabat, bisa diakses dimanapun dan kapanpun melalui http://tabungamal.id

Semoga dengan membiasakan kepedulian sosial makin meningkatkan ketakwaan atas ridha Allah SWT. (Dr. H. Umar Jaeni, M.Pd - Ketua Yayasan Nurul Falah)


Kampanye Terkait

BANTU GURU NGAJI DI PELOSOK NEGERI

Selama bertahun - tahun kami mengajar ngaji anak- anak tanpa mendapatkan gaji/insentif atau kesejahteraan, maklum di kampung kami termasuk masih kawasan pelosok jadi tak tega rasanya membebani biaya u

Donasi