Meneladani Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu cara untuk berakhlak kepadanya. Semua ini merupakan konsekuensi logis dari iman akan adanya Nabi SAW sebagai rasul. Beriman kepada Rasulullah adalah meyakini dan memercayai dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT memilih di antara manusia untuk dijadikan rasul-Nya untuk menyampaikan wahyu-wahyu-Nya kepada umat manusia.

Meneladani Baginda Nabi dalam kehidupan sehari-hari harus dimulai dengan mengetahui sifat-sifat dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari. Alquran dan hadis Nabi, sebagai dua sumber utama ajaran Islam, memberikan informasi yang lengkap tentang semua sifat dan perilaku Nabi SAW.

Dengan menjadikan kedua sumber ajaran ini sebagai landasan utama dalam sikap dan perilaku kita, itu berarti kita benar-benar telah meneladani Nabi SAW dalam kehidupan kita sehari-hari. Akhlak kepada Baginda Nabi merupakan konsekuensi logis dari akhlak kepada Allah SWT. Rasulullah Muhammad dan para rasul yang lain merupakan utusan Allah yang menyampaikan pesan-pesan Allah kepada umat manusia. Nabi SAW sebagai nabi dan rasul Allah yang terakhir memiliki keistimewaan dibandingkan nabi-nabi sebelumnya.

Salah satu keistimewaannya adalah misi risalah beliau tidak terbatas pada umat (bangsa) Meneladani Baginda Rasulullah tertentu, tetapi meliputi semua umat manusia (rahmatan lil ’alamin). Semua umat manusia yang hidup pada masa Muhammad hingga tibanya hari akhir nanti wajib mengikuti syariat yang dibawa Nabi SAW.

Sebagai nabi terakhir, Nabi Muhammad dibekali satu kitab Allah yang terlengkap, yakni Alquran yang isinya memuat keseluruhan isi kitab-kitab yang pernah turun sebelumnya. Dengan Alquran inilah, Nabi Muhammad dapat menyelesaikan semua permasalahan yang dihadapinya selain ide-idenya yang mendapatkan bimbingan wahyu dari Allah SWT (sunnah/hadis).

Semua yang tertuang dalam Alquran terealisasi dalam sikap dan perilaku Nabi Muhammad SAW sehari-hari. Tidak ada satu pun sikap dan perilaku Baginda Nabi SAW yang menyimpang atau bertentangan dengan apa yang tertuang dalam Alquran. Karena itulah, setiap umat Islam wajib meneladani beliau dalam segala aspek kehidupan sehari-hari.

Berakhlak terhadap Nabi SAW merupakan salah satu pilar keyakinan (iman) dalam Islam. Banyak cara yang harus dilakukan dalam rangka berakhlak kepada Nabi SAW, yakni mencintai dan memuliakannya, taat dan patuh kepadanya, serta mengucapkan shalawat dan salam kepadanya. Namun, yang paling penting dari semua itu adalah meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari.


Kampanye Terkait

Zakat Maal



Rp 3,754,093 / Rp 1,000,000,000,000,000
hr tersisa

0%

Donasi