Shalat Tahajud (biasa juga disebut shalat malam) merupakan salah satu shalat sunat yang sangat dianjurkan, bahkan merupakan shalat yang paling utama sesudah shalat wajib. Nabi SAW bersabda: “Shalat yang paling utama setelah shalat fardu adalah shalat malam” (HR an-Nasa’i).

Perintah shalat Tahajud, manfaatnya, dan doanya terdapat di dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman (yang maknanya): “Dan pada Sebagian malam, lakukanlah shalat tahajjud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. Dan katakan, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar, dan keluarkanlah aku ke tempat keluar yang benar; dan berikanlah kepadaku dari sisi Mu kekuasaan yang dapat menolong” (al-Isra’ 79-80).

Karena itu, Rasulullah SAW selalu melakukan shalat Tahajud setiap malam dalam waktu yang sangat lama, bahkan untuk satu rakaat beliau pernah membaca surat al-Baqarah, Ali Imran, dan an-Nisa’, sampai tumit beliau bengkak karena lama berdiri. Diriwayatkan dari Aisyah RA: “NabiSAW mengerjakan shalat malam hingga bengkak kedua telapak kaki beliau, lalu aku katakan kepada beliau,’Mengapa engkau melakukan seperti ini ya Rasulallah, padahal dosamu yang lalu maupun yang akan datang telah diampuni oleh Allah SWT? ‘Beliau menjawab, ’Apakah aku tidak ingin menjadi hamba yang bersyukur?” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Shalat Tahajud dikerjakan pada malam hari,lebih utama sepertiga malam terakhir, paling sedikit 2 rakaat dan paling banyak tidak terbatas sesuai kemampuan masing-masing, dan amat dianjurkan agar diakhiri dengan shalat witir sebagai penutup, 1 atau 3 rakaat, atau lebih asal ganjil. Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA bahwa Nabi SAW bersabda: “Jadikanlah shalat witir sebagai akhir shalat kalian di malam hari.” (HR al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan an- Nasa’i).

Di antara Keutamaan Shalat Tahajud adalah:

1. Untuk mendapatkan kedudukan terpuji

Semua orang Islam pasti ingin mendapatkan posisi terhormat dan terpuji, baik di sisi Allah SWT maupun di hadapan umumnya manusia (walau yang kedua ini tidak boleh menjadi tujuan). Tidak ada orang yang lebih terhormat melebihi orang yang terpuji di sisi Allah SWT. Kedudukan, jabatan, pangkat, atau derajat apa pun tidak akan berarti apa-apa, bahkan bisa berbahaya, jika tidak diridai Allah SWT. Karena itu, siapa pun yang ingin mendapat suatu kedudukan (baik di eksekutif, legislatif, maupun yudikatif) dalam level mana pun, tidak perlu meminta-minta pada manusia, apalagi dengan melakukan hal-hal tercela, seperti berbohong, menyuap, manipulasi suara, dan sebagainya. Hal itu hanya akan mendatangkan bencana terhadap dirinya dan mungkin juga masyarakat luas. Jangan harap mendapat rida dari Allah SWT, bahkan mungkin besar akan dilaknat- Nya. Demikian yang dapat difahami dari al-Isra’ 79-80. Rasulullah SAW juga menyatakan: “Dan ketahuilah, bahwa kemuliaan dan kewibawaan seorang mukmin itu ada pada shalat malamnya” (HR al-Hakim).

2. Sebagai ekspresi syukur

Bersyukur itu memiliki 3 dimensi: bil jinaan (dengan hati), bil lisaan (dengan ucapan), dan bil arkaan (dengan tindakan). Nah shalat tahajjud itu mengandung 3 dimensi syukur tersebut, karena orang yang bertahajjud hatinya pasti lapang, lisannya pasti mengucap kalimat-kalimat thayyibah, dan yang dilakukan adalah kebaikan, mengerjakan shalat di saat umumnya orang pada tidur. Dengan bersyukur, perasaan pasti subur, enjoy, dan nyaman, ini adalah sehat, bahkan jasmani dan rohani. Apalagi Allah SWT berjanji pasti akan menambah nikmat pada orang-orang yang pandai bersyukur, antara lain syukur dalam wujud shalat tahajjud. Demikian yang dapat difahami dari hadis panjang tersebut di atas.

3. Melepaskan ikatan syetan

Dalam kehidupan umat Islam, salah satu yang harus diperhatikan adalah gangguan syetan, yang selalu mengajak bermalasan, mengotori jiwa kita, dan mendorong untuk berbuat dosa, melanggar aturan, tidak berbuat baik, dan tidak melaksanakan perintah Allah SWT. Salah satu kiat mujarab melawan godaan syetan tersebut adalah denganrajin melakukan shalat Tahajud setiap malam. Rasulullah SAW bersabda: “Syetan mengikat pada ujung kepala salah seorang di antara kalian jika tidur dengan tiga ikatan. Masing-masing ikatan mengatakan: “Engkau masih memiliki malam yang panjang, maka tidurlah!’ Jika ia bangun lantas menyebut nama Allah, maka terlepaslah satu ikatan. Jika ia berwudlu, maka lepaslah ikatan berikutnya. Dan jika ia mengerjakaan shalat, maka terlepaslah satu ikatan lagi, sehingga keesokan harinya ia menjadi giat, demikian juga jiwanya akan menjadi baik. Jika tidak demikian, maka keesokan harinya ia menjadi pemalas dan jiwanya menjadi kotor” (HR Muslim dari Abu Hurairah RA).

4. Peluang emas terkabulnya doa

Salah satu yang menjadi dambaan kita adalah terkabulnya doa. Siapa pun yang berdoa, tiada lain harapannya adalah dikabulkan doanya, dan peluang itu terbuka lebar di saat-saat kita melakukan shalat Tahajud. Diriwayatkan dari Jabir RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh di waktu malam itu terdapat suatu waktu yang jika saja bertepatan dengan waktu itu seorang hamba muslim memohon kebaikan kepada Allah berkenaan dengan urusan dunia dan akhirat, maka pasti Allah akan memberikan kepadanya. Waktu itu terdapat pada setiap malam” (HR. Muslim).

Manfaat shalat tahajjud secara medis

Prof. DR. H. Moh. Sholeh, PNI dalam disertasinya tentang terapi tahajjud, secara Panjang lebar menjelaskan, bahwa shalat tahajjud yang dikerjakan secara benar akan menjadi penangkal segala potensi penyakit, dan menjadi terapi bermacam penyakit. Di antara manfaat shalat tahajjud secara medis adalah sebagai berikut:

1. Mengendalikan diabetes

Beberapa penelitian membuktikan, bahwa shalat tahajjud menyebabkan kandungan hormone kortisol dalam tubuh menjadi rendah. Hormon kortisol dapat meningkatkan kandungan gula darah dengan cara merangsang metabolisme karbohidrat. Apabila hormon kortisol ini bertambah maka kandungan gula darah dalam tubuh pun akan naik. Sebaliknya jika hormone kortisol berkurang/rendah, maka kandungan gula darah juga akan rendah.

2. Mencegah pembengkakan jantung dan gagal ginjal

Manfaat lain dari shalat tahajjud bagi kesehatan adalah mencegah pembengkakan jantung dan gagal ginjal. Shalat tahajjud dianjurkan bagi yang menderita pembengkakan jantung dan gagal ginjal. Seperti diabetes, shalat tahajjud dapat mengurangi hormon kortisol. Ketika hormon kortisol ini berkurang, maka tidak akan terjadi pembengkakan jantung, dan pembuangan urine pun akan semakin mudah, sehingga beban ginjal akan menjadi ringan.

3. Mencegah hipertensi

Shalat tahajjud juga penting bagi otak. Pada waktu sepertiga malam otak manusia akan melepaskan serotonin, beta endorsin, danmelatonin. Lepasnya ketiga zat tersebut akan membuat seseorang merasa lebih tenang sampai terbangun, karena homeostasis tidak terganggu. Namun apabila homeostasis terganggu, orang tersebut akan mudah mengalami pusing dan bisa mengakibatkan hipertensi (tekanan darah tinggi). Untuk itu, shalat tahajjud dapat dijalani dengan kondisi senyaman mungkin. Tidak hanya itu, keseimbangan tubuh juga akan lebih terbangun dan membuat peluang hipertensi menurun.


Kampanye Terkait

Zakat Maal



Rp 3,754,093 / Rp 1,000,000,000,000,000
hr tersisa

0%

Donasi