Pada bulan September 2020 M / Muharram 1442 H, LAZIS Nurul Falah kembali menjalankan program bantuan sosial kemanusiaan.

Dalam kesempatan ini bantuan untuk meringankan beban anak-anak Yatim Piatu dan Dhuafa. Adapun penyaluran bantuan ini bekerja sama dengan Penyuluh Sosial Masyarakat (PENSOSMAS) Jawa Timur yang bertugas di Kota Surabaya dan juga bersama Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Surabaya.

Penyaluran 50 Paket Sembako dan Paket Internet  tersebut disebar di berbagai kelurahan yang ada di Surabaya, program ini bertujuan selain menyalurkan donasi para Donatur LAZIS Nurul Falah, juga bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Sabtu, 19 September 2020 ada cerita agak miris disaat tim LAZIS Nurul Falah bersama PENSOSMAS Jatim dan KIM Surabaya melakukan pentasyarufan program Beasiswa Yatim dan Dhuafa ini.

Pertama, kami menuju ke Kel. Genting Kalianak, Kec. Bubutan, Kota Surabaya. Saat mobil box LAZIS Nurul Falah mulai masuk Jl. Genting Tambak Dalam Gg III, dikarenakan jalan yang sempit dan tidak bisa dilalui 2 arah antara mobil dan sepeda motor. Mobil box kami menabrak salah satu atap rumah sesorang warga karena pertama kalinya tim kami melewati Gg tersebut dan kurang hati-hati, dan pemilik rumah keluar dan marah-marah kepada kami.

Saat dilakukan mediasi antara tim kami dan warga tersebut, Mak Ti sapaan warga tersebut memaafkan kami sambil berucap, “oalah kate ngeterno bantuan nag kene ta, tak pikir mek lewat tok. yawes lek ngunu tak sepuro, tapi mene kudu ati-ati lek kate lewat kene maneh mas”.

Beliau juga mendoakan semoga LAZIS Nurul Falah tetap istiqomah dalam berbuat kebaikan.

Kedua, saat siang sekitar pukul 11.30 menuju Kel. Greges dari Kel. Genting Kalianak, perjalanan kami terhambat dikarenakan berbarengan dengan kendaran roda 6 atau lebih yang keluar dari pelabuhan. Salah satu anggota KIM Surabaya berbicara, “seumpama kita naik sepeda mungkin bisa sampai 5-10 menit, karena macet dan memakai mobil dan bareng mobil besar-besar ya jadi lama mas”.

Kami sampai di Kel. Greges sekitar pukul 12.30 dikarenakan padatnya lalu lintas. Sebetulnya tim LAZIS Nurul Falah ingin berkunjung ke wisata alam milik warga Surabaya yaitu, Sontoh Laut. Menurut laporan teman-teman KIM daerah Greges, banyak warga muslim di sekitaran pantai utara Pulau Jawa ini yang belum bisa mengaji. Orang tuanya maupun anak mereka. Dikarenakan banyak warga daerah tersebut yang pergi melaut sebagai nelayan saat sore hari sampai malam hari.

Kegembiraan nyata terlihat dari raut wajah mereka yang telah mendapatkan bantuan. “kelegaan yang sangat mendalam, semoga adek-adek semua bisa menerima dengan senang hati bantuan ini dan tetap bersemangat menghadapi kondisi yang cukup sulit ini” ucap dari salah satu tim LAZIS Nurul Falah yang bertugas. (bms)


Kampanye Terkait

Beasiswa Santri Yatim/Dhuafa Semangat Mengaji Al Qur’an

Donasi kita untuk membantu biaya pendidikan santri yatim sangat berarti untuk menumbuhkan semangat dalam belajar

Rp 3,018,095 / Rp 50,000,000
7 hr tersisa

6%

Donasi