Salah satu tugas paling mulia seseorang sejak zaman Nabi Muhammad SAW hingga saat ini adalah menjadi amil zakat. Ada beberapa alasan mengapa Amil menjadi salah satu pekerjaan paling mulia. Sebab tidak semua orang bisa mengemban tugas mulia ini. sehingga, pantas saja jika disebut sebagai salah satu pekerjaan mulia.

1. Pengangkatannya Disebutkan dalam Al-Qur'an

Alasan pertama, Amil Zakat adalah pekerjaan yang ketetapan pengangkatannya disebutkan dalam Al-Qur'an. Sebagaimana yang dikatakan Allah dalam Surat At-Taubah ayat 60 ketika menjelaskan bahwa kelompoknya, berhak menerima zakat dan termasuk amil zakat. Bukankah Allah pun mengakui pekerjaan satu ini?.

Keberadaan Amil ini sangat dibutuhkan dalam Islam untuk mengelola dana Zakat. Orang-orang fakir miskin lainnya mereka sangat membutuhkan zakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebab amil-lah yang akan mengumpulkan, mengelola dan mendistribusikannya.

2. Sahabat Nabi Banyak Diangkat Menjadi Amil Zakat

Kedua, banyak sahabat Nabi yang diangkat menjadi amil zakat. Termasuk Umar bin al-Khattab, Khalid bin al-Walid, Muadz bin Jabal, dan lainnya. Karena memang peran ini sangat terpuji dan membutuhkan orang-orang yang berkompeten.

3. Dakwah

Ketiga, pekerjaan Amil adalah termasuk pekerjaan dakwah. Ibadah tidak hanya dimensi vertical, tetapi juga dimensi horizontal. Menjadi Amil ini sama dengan berdakwah kepada sesama umat.

Jalan untuk berdakwah sangat banyak dibuka oleh Allah, salah satunya adalah dengan menjadi Amil. Karena Amil akan memperjuangkan hukum-hukum Allah dalam zakat.

4. Ladang Pahala

Keempat, pekerjaan menjadi seorang amil dipandang sebagai pahala yang sama dengan mereka yang berperang di jalan Allah. Yaitu menuju jalan yang benar membela kebaikan. Menjadi Amil zakat merupakan ladang pahala yang baik jika menjalankannya dengan sebaik-baiknya dan juga tulus tanpa mengharapkan imbalan.

Apa persamaan Amil dengan pejuang yang berjuang di jalan Allah? Menurut para ulama, para pejuang di jalan Allah SWT mengorbankan kekayaan, waktu, tenaga dan intelektualitasnya untuk mempertahankan setiap hamparan tanah milik umat Islam. Sedangkan seorang amil mengorbankan semua itu untuk mengurus setiap rupiah harta benda milik umat Islam.

Berikut ini beberapa alasan lain yang menjadikan pekerjaan seorang amil zakat sebagai pekerjaan mulia:

Memahami fiqih zakat,yaitu setidaknya memahami dasar-dasar ilmu penghitungan zakat.

Kedua, seseorang Amil harus memiliki dedikasi yang kuat dengan pekerjaannya tersebut. Ia harus mencurahkan seluruh tenaga, waktu dan pikirannya untuk mengelola dana zakat dan memiliki semangat pengorbanan atau at-tadhiyyah.

Untuk amil zakat, jam kerjanya adalah 24 jam, meski tentunya jam kerja tetap ada. Namun persiapan diri untuk selalu melayani masyarakat harus terus dipersiapkan.

Ketiga, Amil harus bisa dipercaya. Ia tidak terlalu lama menyimpan dana milik rakyat, meskipun tentunya prinsip hati-hati dan tidak memberikan zakat kepada yang bukan berhak. Pekerjaan sebagai seorang Amil zakat ini sebenarnya tidaklah mudah.

Yaitu menanggung tanggungjawab besar dan juga harus sesuai dengan ayat ayat Islam. Amil zakat harus tahu siapa saja dan bagaimana orang-orang yang seharusnya menerima Zakat. Zakat pun harus dibagi dengan adil dan juga merata.

Demikianlah pendalaman informasi tentang keutamaan menjadi seorang amil. Semoga artikel ini bermanfaat.