Salah satu kewajiban bagi setiap Muslim ialah membayar zakat. Tahukah sahabat bahwa zakat dengan pajak memiliki relasi diantara keduanya?

Zakat menurut bahasa berasal dari kata zaka yang merupakan bentuk dari isim masdar, secara etimologis zakat berarti suci, tumbuh berkah, terpuji, dan berkembang. Adapun menurut istilah atau terminologis, zakat ialah sejumlah harta tertentu yang diwajibkan oleh Allah dan diserahkan kepada orang-orang yang berhak.

Dalam surah At-Taubah ayat 103 Allah berfirman mengenai kebaikan bagi orang yang membayar zakat karena keimanannya:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Adapun pajak memiliki pengertian sebagai kontribusi wajib masyarakat kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa menurut Undang-Undang.

Munculnya pajak di tengah masyarakat terjadi karena tujuan penggunaan zakat yang terbatas. Zakat tidak boleh digunakan dengan tujuan untuk kepentingan umum seperti membangunan infrastruktur, menggaji tentara atau pegawai pemerintah, apalagi untuk non Muslim. Allah berfirman dalam surah At-Taubah ayat 60 :

اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعَامِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغَارِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”

Rasulullah SAW bahkan mengharamkan dirinya dan keluarganya untuk menerima zakat. Selain hal-hal tersebut, zakat juga memiliki batasan waktu atau haul yakni setahun dari kadar minimum atau nishab. Oleh karenanya zakat tidak dapat dipungut sewaktu-waktu hingga tiba jatuh tempo.

Menurut Edi Haskar dalam jurnalnya yang berjudul "HUBUNGAN PAJAK DAN ZAKAT MENURUT PERSPEKTIF ISLAM", relasi antara zakat dengan pajak dapat dilihat dari adanya beberapa persamaan diantara keduanya, yakni adanya upaya untuk mensejahterakan masyarakat, sama-sama memiliki unsur paksaan bagi orang yang telah memenuhi syarat agar membayar zakat atau pajak.

Keduanya harus disetorkan kepada lembaga masyarakat (Negara), keduanya tidak menyediakan imbalan tertentu, keduanya memiliki tujuan kemasyarakatan, apabila pajak memiliki tujuan kemasyarakatan, ekonomi dan politik disamping tujuan keuangan, maka zakatpun memiliki tujuan yang sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan pribadi dan masyarakat pada umumnya.

Bahkan menurut Murtadho Ridwan, di negara Malaysia dan Arab Saudi, zakat dengan pajak memiliki regulasi khusus. Malaysia mengeluarkan regulasi tersebut dan berlaku jika Muzaki membayarkan zakatnya ke lembaga zakat yang diakui oleh pemerintah, sehingga zakat yang telah dibayarkan bisa juga mengurangi beban pajak yang ditanggung.

Sedangkan di negara Arab Saudi, mereka memberlakukan kebijakan tunggal, artinya ialah jika seorang Muslim telah membayarkan zakat, maka mereka tidak dibebani pajak. Adapun di negara Indonesia, Indonesia memberlakukan sistem yang disebut sebagai tax deduction, yakni zakat yang dibayarkan hanya mengurangi pendapatan kena pajak.

Kesimpulannya ialah zakat dengan pajak sama-sama memiliki relasi diantara keduanya. Karena zakat dan pajak memiliki tujuan untuk mensejahterakan masyarakat, meskipun terdapat perbedaan yang mencolok diantara zakat dan pajak, yakni adanya ketentuan yang telah diatur langsung oleh Allah mengenai siapa saja yang berhak menerima zakat dan hanya orang Muslim saja yang mengeluarkan zakat.

Akhir kata, penulis juga mengingatkan kepada kita semua untuk tidak lupa membayar zakat, karena kita sekarang masih di bulan Ramadhan, dan telah menjadi kewajiban bagi seorang Muslim untuk segera membayar zakatnya di bulan ini. (Bambang, Volunteer Ramadhan)


Kampanye Terkait

Zakat Maal



Rp 3,754,093 / Rp 1,000,000,000,000,000
hr tersisa

0%

Donasi