Nampaknya, isu resesi bukan isapan jempol semata, lantaran sejumlah negara saat ini tengah mengalaminya. Walau sebenarnya dalam dunia ekonomi tidak ada patokan pasti seperti apa definisi dan indikator resesi. Namun indikator resesi yang umum digunakan hingga sekarang adalah kontraksi PDB riil dua kuartal.

Dalam pandangan National Bureaus of Economic Research (NBER) AS, definisi resesi lebih komprehensif, yaitu penurunan signifikan aktivitas ekonomi yang tersebar di seluruh aspek. Isu ini bisa berlangsung lebih dari beberapa bulan, umumnya terlihat dalam PDB riil, pendapatan, lapangan pekerjaan, produksi industri, serta hasil penjualan grosir maupun ecer.

Isu Ekonomi Terkini yang Dikabarkan Mengalami Resesi

Info isu ekonomi terkini adalah negara Yunani yang resmi masuk jurang resesi. Dikutip dari data Trading Economics, ekonomi negara ini berkontraksi dua kuartal secara berturut-turut di tahun 2020. Produk Domestik Bruto (PDB) di kuartal II 2020 dari tahun ke tahun -15,2% dan di kuartal I 2020 ekonomi tercatat -0,5%.

Menurut badan statistik negara, isu tersebut disebabkan oleh persebaran Covid-19 yang berdampak pada pembatasan sosial yang dilakukan pemerintah. Sementara di basis kuartalan (QtQ), ekonomi di bulan April hingga Juni mencapai -14% yang menyusul penyusutan di Januari hingga Maret -0,7%.

Namun selain Yunani, sudah ada beberapa negara lain yang sebelumnya telah resmi mengalami resesi. Dirangkum dari Trading Economics dengan pencantuman data kuartal paling akhir secara YoY, ada sekitar 43 negara yang sudah mengalaminya. Negara yang mengalami isu ekonomi ini di antaranya seperti;

  1. Afrika Selatan (0)
  2. Albania (-3)
  3. Angola (-2)
  4. Arab Saudi (-1)
  5. Argentina (-5)
  6. Austria (-13)
  7. Bahrain (-1)
  8. Barbados (0)
  9. Belanda (-9)
  10. Belgia (-14)
  11. Belize (-4)
  12. Brasil (-11,4)
  13. Ekuador (-1)
  14. Filipina (-16)
  15. Finlandia (-5)
  16. Guyana Khatulistiwa (-6)
  17. Hong Kong (-9)
  18. Inggris (-22)
  19. Iran (-10)
  20. Italia (-17)
  21. Jepang (-10)
  22. Jerman (-12)
  23. Kanada (-13)
  24. Latvia (-10)
  25. Lebanon (-5)
  26. Lebanon (-5)
  27. Lituania (-4)
  28. Makau (-68)
  29. Meksiko (-19)
  30. Mongolia (-10)
  31. Palestina (-3)
  32. Peru (-30)
  33. Portugal (-16)
  34. Republik Ceska (-11)
  35. Singapura (-13)
  36. Slowakia (-12)
  37. Spanyol (-22)
  38. Sudan (-2)
  39. Swiss (-9)
  40. Thailand (-12)
  41. Tunisia (-22)
  42. Ukraina (-11)
  43. Venezuela (-27)

Lalu bagaimana isu ekonomi terkini di Indonesia? Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jika produk domestik bruto (PDB) Indonesia di kuartal II 2020 - 5,32% dan di kuartal I (Q1) 2020 hanya mencapai 2,97 persen. Nilai ini mendarat jauh dari target kuartal I yang diharapkan sebelumnya yaitu 4,5 - 4,6%. Isu resesi ekonomi di Indonesia ini disebabkan adanya corona virus.

Pandemi telah mengakibatkan dampak buruk pada berbagai sektor perekonomian, serta menyebabkan makin menurunnya pertumbuhan ekonomi. Seperti yang sudah disebutkan di atas, beberapa negara lain pun juga telah melaporkan bahwa mengalami resesi. Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani juga turut menyoroti isu ekonomi yang mengalami penurunan ini. Di mana kondisi ekonomi kemungkinan akan memburuk di kuartal berikutnya.


Kampanye Terkait

Zakat Profesi



Rp 345,573 / Rp 1,000,000,000,000,000
hr tersisa

0%

Donasi