Hukum Dan Tata Cara Membayar Fidyah Bagi Ibu Hamil- Puasa ketika berada di bulan Ramadhan adalah suatu kewajiban untuk seluruh umat Islam. Namun, ada sebagian orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain. Orang yang dilarang berpuasa seperti orang sakit dan musafir. Wanita hamil juga tidak bisa melakukannya tepat  di bulan ramadhan dan bisa diganti dengan membayar fidyah.

Pada umunya cara mengganti puasa pada bulan Ramadhan ialah melakukannya di hari lain. Bagi orang yang memiliki keadaan tertentu boleh membayar fidyah untuk menggantikan puasa yang ditinggalkan. Pembayaran fidyah dijalankan dengan memberikan makan fakir miskin sesuai dengan jumlah puasa yang tersisa.

Namun membayar fidyah juga harus sesuai dengan ketentuan. Tidak semua orang boleh menjalankan fidyah untuk menggantikan puasa mereka. Oleh sebab itu, penting untuk memahami semua syarat-syarat pembayaran fidyah, khususnya bagi ibu hamil. Pemberian pembayaran Fidyah telah disepakati dengan pasti oleh sebagian besar ulama.

Asal mula kata fidyah berasal dari kata "Fadaa" yang memiliki arti "mengganti" atau disebut juga "menebus". Fidyah adalah kemungkinan bagi seseorang dengan kriteria tertentu untuk menggantikan puasa Ramadhan yang ditinggalkan dengan memberi makan fakir miskin.

Menurut Badan Zakat Nasional (BAZNAS), ada tiga kriteria masyarakat dapat membayar fidyah untuk menggantikan puasa , yaitu sebagai berikut :

1.    Lanjut Usia
2.    Orang yang memiliki penyakit yang serius yang tidak ada harapan sembuh
3.    Ibu hamil atau menyusui yang jika berpuasa mengkhawatirkan kondisi dirinya atau bayinya (atas anjuran dokter)

Selengkapnya bisa Anda lihat pada gambar dibawah ini,

Ketentuan ini menyimpulkan bahwa fidyah hanya dapat dilakukan oleh orang yang tidak lagi mengijinkan puasa dalam jangka waktu yang lama atau bahkan selamanya. Wanita yang sedang hamil atau dalam masa nifas diperbolehkan meninggalkan puasa Ramadhan. Namun, setelah itu Anda harus menggantinya. Puasa qadha wajib bagi ibu hamil, nifas dan menyusui. Hal ini dikarenakan ibu hamil setelah melahirkan dan saat menyusui bisa mengaji di hari lain.

Wanita hamil yang membatalkan puasa terkadang harus membayar Fidyah dan mengganti puasanya di hari lain. Ibu yang wajib membayar fidyah dan mengganti puasa adalah yang boleh berpuasa, kemudian tidak berpuasa karena khawatir dengan kesehatan anaknya.

Ibu hamil atau menyusui yang atas nasihat dokter atau ahli tidak dapat berpuasa sama sekali karena kesehatan dirinya dan anaknya, hanya wajib mengganti puasanya ke hari lain. Wanita hamil dan ibu menyusui tidak bisa begitu saja mengganti puasa dengan Fidyah. Pasalnya, Fidyah hanya diperuntukkan bagi orang yang tidak bisa berpuasa seumur hidup.

Membayar Fidyah

Bagi Ibu yang mau membayar Fidyah secara Online, bisa melalui lembaga kami dengan mengakses halaman berikut ini http://tabungamal.id/ramadhan/fidyah

Banyak metode pembayaran yang kami sediakan, mulai dari BCA, BRI, BNI, Mandiri, Permata, Gopay, Ovo, Dana LinkAja, dll.

Demikianlah informasi mengenai membayar fidya bagi ibu hamil, semoga artikel ini berguna bagi Anda yang sedang mencari tahu informasi tentang tata cara membayar fidyah ini.