Sebuah kisah nyata dari salah satu donatur yang diceritakan oleh Ketua Yayasan Panti Asuhan Mahbubiyah Surabaya. Sebut saja namanya Pak Fulan. Pak Fulan telah menjadi donatur sejak tahun 2000 satu tahun setelah yayasan ini berdiri.

Awal mula cerita pada tahun 2000 datanglah sepasang suami istri ke Panti Asuhan. Mereka berasal dari salah satu kecamatan di Sidoarjo. Tujuan kedatanganya tak lain untuk menyalurkan zakat dari penghasilannya. Zakat tersebut hasil dari mereka menyisihkan uang dalam setahun bekerja.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, sehari-hari mereka bekerja sebagai penjual gorengan. Ada hal unik dari cara mereka mengumpulkan uang donasi tersebut. Yakni laba bersih dari keuntungan berjualan gorengan tiap hari dikurang 2,5 % untuk ditabung, dan hasil tabungan yang terkumpul dalam satu tahun, diberikan pada panti sosial atau semacamnya. Kebetulan panti kami yang menerima donasi dari sepasang suami istri tersebut.

Awal kedatangan beliau terlihat biasa saja. Diantar oleh tukang ojek pangkalan, waktu itu ojek online belum marak seperti saat ini. Donatur tersebut menuturkan, kalau mereka harus naik bus dari Sidoarjo turun Pasar Wonokromo. Lalu naik ojek untuk menuju panti kami.

Keunikannya lagi, meraka tidak tahu dan juga sama sekali tidak ingin tahu jumlah uang yang akan diberikan ke Pantiasuhan. Karena penyerahan santunan berupa celengan yang penuh berisikan uang, ya uang itu hasil dari menyisihkan hartanya selama setahun.

Pesannya jika menghitung celengan tersebut nanti setelah beliau pulang, yang mereka tahu celengan tersebut terisi 2,5 % dari keuntungan laba bersih dari jualan tiap hari senilai zakat yang wajib beliau bayarkan, tanpa menghitung jumlah total keseluruhan.

Berzakat memang membawa hikmah pada kehidupan beliau, pada tahun kedua mereka datang dengan naik becak dan kali ini nominal donasi yang diberikan ke Panti Asuhan lebih besar dari tahun sebelumnya. Rumusnya jika hasil dari tabungan satu tahun meningkat, artinya laba tiap hari pun turut meningkat. Pada tahun selanjutnya kedatangan donatur tersebut tidak lagi naik ojek atau becak. Melainkan dengan sebuah sepeda motor. Meskipun tergolong motor tua, namun masih cukup layak untuk dikendarai.

Perlahan tapi pasti perekonomiannya Pak Fulan semakin membaik. Yakin kepada Allah bahwa dengan zakat yang diniatkan karena Allah tidak akan mengurangi hartanya justru akan menambah keberkahan didalamnya. Pada tahun 2006 beliau datang menggunakan sepedah motor merk Shogun 125. Kali ini kendaraan yang ditumpangi terlihat lebih baik lagi, lantas di tahun yang entah ke berapa, beliau datang lagi dengan sepedah motor merk Vario keluaran terbaru. Beliau juga bercerita kalau usahanya merambah ke jual beli sayuran.

Tahun berganti tahun dan keistiqomahan berdonasi masih tetap dilakukan. Pada tahun 2016 beliau datang dengan gembira dan bersyukur karena bisa melaksanakan rukun iman yang ke 5 yaitu haji. MasyaAllah luar biasa Pak Fulan, kali ini hikmah zakat tidak main-main. kami takjub mendengarnya bagaimana seorang penjual gorengan yang penghasilannya mungkin tidak banyak tapi bisa berangkat haji. Ini semua karena Allah yang mengizinkan, Allah yang menghadiahkan karena keistiqomahan beliau dalam bersedekah.

Puncak dari cerita pada tahun 2019 sebuah mobil Honda Jazz keluaran terbaru parkir di depan panti, pengurus panti kaget bukan main Karen yang datang adalah Pak Fulan yang akan memberikan sedekah rutinnya. Pasangan suami istri ini sungguh special dihadapan Allah SWT. Beliau berhasil menjadi inspirasi bahwa harta yang diinfaqkan dijalan Allah, berupa infaq/zakat/sedekah tidak menjadikan seseorang miskin di dunia.

Kenyataannya dilipat gandakan serta diangkatlah derajat hambanya yang gemar membayar zakat & bersedekah. Allah rindu pada hambanya yang tulus ikhlas beramal, Allah juga rindu pada mereka yang menyayangi sesama hambanya. Dijadikanlah mereka berdua tamu Allah karena memenuhi panggilan Allah untuk berhaji, adalah bukti shohih atas dahsyatnya bersedekah.

Hikmah Zakat yang bisa kita petik pelajaran bahwa sejatinya zakat karena Allah maka Allah akan ganti dengan semua hal yang lebih baik, bisa berupa kesehatan, kebahagiaan, kecukupan (kendaraan, sandang, pangan, papan) dan hal baik yang tak bisa diduga manusia layaknya penjual gorengan yang bisa naik haji. 


Kampanye Terkait

Zakat Maal



Rp 3,754,093 / Rp 1,000,000,000,000,000
hr tersisa

0%

Donasi