Sahur menurut sebagian orang hanya dilakukan supaya kita kuat menjalankan puasa satu hari penuh yaitu dari terbit fajar hingga terbitnya matahari.

Namun, keistimewaan lebih dari pada itu, ada keberkahan yang Allah berikan jika seorang yang ingin berpuasa kemudian melakukan sahur terlebih dahulu.

Keberkahan adalah bertambahnya kebaikan, sehingga ketika seseorang melaksanakan puasa dan melakukan sahur ia akan mendapatkan kebaikan sahur dan kebaikan puasa yang ia kerjakan.

Dari Anas bin Maalik Radhiyallahu anhu beliau berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Bersahurlah kalian karena dalam sahur ada keberkahan.(HR. Bukhori, 1923 dan Muslim, 1095)

Sahur merupakan sebuah keistimewaan karena ada keberkahan di dalam sahur tersebut. Keberkahan tersebut adalah :

1. Sahur Sebagai Sarana Belajar Menjalankan Shalat Tahajud

Shalat malam adalah waktu yang istimewa, waktu dimana manusia bisa mengeluh kepada pencipta-Nya untuk meminta pertolongan dan memohon ampun kepada-Nya.

Ketika bangun sahur umat Islam dapat menjadikan ini sebagai madrasah atau melatih diri untuk membiasakan diri shalat malam. Ketika selama ini jarang atau bahkan belum pernah sama sekali, hal ini bisa dijadikan pelatihan diri ketika sebelum makan sahur ia menunaikan ibadah shalat sunnah malam terlebih dahulu.

Dan ketika orang itu sudah terbiasa selama 30 hari bangun malam setiap harinya, semoga ia juga akan istiqomah dalam menjalankan shalat malam di bulan-bulan selanjutnya.

2. Sahur Adalah Ibadah

Sahur adalah ibadah dan itulah keistimewaan sahur. Jadi ketika seseorang melaksanakan puasa tanpa sahur ia akan mendapatkan kebaikan dari puasa yang ia kerjakan, tetapi ketika seseorang melakukan puasa dan diawali dengan sahur terlebih dahulu ia akan mendapatkan dua kebaikan ibadah dari Allah SWT.

3. Waktu yang  Dido'akan Malaikat.

Pada waktu sahur malaikat semuanya turun, mereka berdo’a kepada Allah untuk mengampuni dosa-dosa orang yang melakukan sahur pada saat itu.

Sesungguhnya Allah azza wajalla dan para Malaikat mendoakan kepada orang yang sahur.” HR. Ahmad, 11086 dinyatakan shoheh peneliti Musnad dan dinyatakan hasan oleh Albani di Shohehah, 1654.

4. Waktu untuk untuk Beristighfar.

Sebagaimana dalam Q.S Al Imran : 17

اَلصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْمُنْفِقِيْنَ وَالْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِالْاَسْحَارِ

Artinya : (Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar.

Dengan sahur, manusia akan lebih kuat menjalani aktivitasnya dan akan tetap produktif walaupun tidak makan ketika siang harinya. Berbeda jika manusia tidak makan sahur maka ia akan lemah, lesu dan tidak bersemangat dalam menjalani aktivitasnya, maka dari itu sebisa mungkin kita jangan lupa untuk sahur.