Kemukjizatan Alquran bagi bangsa-bangsa lain tetap berlaku di sepanjang zaman dan akan selalu dalam posisi tak terbantahkan. Misteri-misteri alam yang disingkap oleh ilmu pengetahuan modern hanyalah sebagian dari fenomena hakikat-hakikat tinggi dalam alam wujud yang merupakan bukti bagi eksistensi Penciptanya. Inilah apa yang sudah dikemukakan secara global atau diisyaratkan oleh Alquran.

Adapun mengenai kadar kemukjizatan Alquran, ada banyak pendapat. Golongan Mu’tazilah berpendapat bahwa kemukjizatan itu berkaitan dengan keseluruhan Alquran, bukan sebagiannya atau suratnya. Sebagian ulama berpendapat bahwa kemukjizatan itu berlaku pada Sebagian kecil maupun sebagian besar dari Alquran, tanpa harus satu surat penuh. Ulama yang lain berpendapat bahwa kemukjizatan Alquran itu cukup hanya dengan satu surat lengkap sekalipun pendek, atau seukuran satu surat, baik satu ayat atau beberapa ayat.

Dengan melihat pada tahapan-tahapan dan pendapat ulama mengenai kadar kemukjizatan Alquran, juga temuan-temuan ilmu pengetahuan modern, maka kita dapat menarik garis besar bahwa Alquran adalah mukjizat dari komponen terkecilnya yang berupa huruf, ketepatan alunan kata-katanya, keindahan iramanya, hingga kandungan isinya secara keseluruhan.

Macam-Macam Mukjizat Alquran

Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki dalam kitabnya mengutip pendapat Imam Fakhruddin yang menyatakan bahwa wujuuh (macam-macam) mukjizat Alquran terletak pada fashahah, Uslub yang gharib, dan tidak adanya kekeliruan cacat sedikitpun.

Syaikh Manna’ Khalil Al Qatthan menyebutkan bahwa wujuuh mukjizat Alquran terletak pada aspek bahasa, aspek ilmiah dan aspek tasyri’i (penetapan hukum). Kemukjizatan Bahasa. Para ahli Bahasa Arab telah menekuni ilmu bahasa ini dengan segala variasinya sejak bahasa itu tumbuh hingga menjadi bahasa kokoh yang disegani. Mereka menggubah puisi dan prosa, kata- kata bijak dan amstaal (perumpamaan-perumpamaan) dengan tunduk pada aturan bayaan dan diekspresikan dalam uslub-uslub yang memukau, dalam gaya hakiki dan majazi (metafora), ithnaab dan ijaaz. Meskipun Bahasa Arab telah mencapai puncak kejayaan yang tinggi, namun di hadapan Alquran dengan kemukjizatan bahasanya, ia menjadi pecahan-pecahan kecil yang tunduk dan menghormat terhadap uslub Alquran. Alquran berdiri tegak di hadapan ahli bahasa dengan sikap menantang.

Volume tantangan ini kemudian berangsur-angsur diturunkan menjadi lebih ringan, dari keseluruhan menjadi sepuluh surat, dari sepuluh surat menjadi satu surat, dan bahkan lebih ringan dari itu. Meski demikian, tidak seorang pun dari mereka yang sanggup menandingi atau mengimbangi Alquran. Padahal, mereka terkenal sebagai orang-orang yang pantang dikalahkan. Seandainya mereka punya kemampuan untuk meniru sedikit saja atau mendapati celah Alquran, tentu mereka menggunakan potensi kebahasaan tersebut tanpa repot-repot melawan dengan pedang.

Kemukjizatan Ilmiah

Menurut Syaikh Manna Khalil Al Qatthan, banyak orang terjebak dalam kekeliruan ketika mereka menginginkan agar Alquran mengandung segala teori ilmiah. Setiap lahir teori baru, mereka mencarikan untuknya kemungkinannya dalam ayat, lalu ayat ini mereka takwilkan sesuai dengan teori ilmiah tersebut.

Orang yang berusaha keras menafsirkan Alquran dengan ilmu teori ilmiah sebenarnya telah berbuat jahat terhadap Alquran meskipun mereka sendiri mengira dirinya telah berbuat kebaikan. Hal ini karena ilmu pengetahuan itu sifatnya terus berkembang dan senantiasa berubah. Jika menafsirkan Alquran dengan ilmu pengetahuan, maka kita menghadapkan penafsirannya pada kebatilan jika sewaktu-waktu teori-teori ilmiah itu berubah dan penemuan-penemuan baru membatalkan penemuan lama dan jika suatu keyakinan baru ternyata meruntuhkan hipotesa sebelumnya.

Kemukjizatan Alquran bukan terletak pada pencakupannya akan teori-teori ilmiah yang selalu baru dan berubah serta merupakan hasil usaha manusia dalam penelitian dan pengamatan, tetapi terletak pada dorongannya untuk berfikir dan menggunakan akal. Alquran mendorong manusia untuk memperhatikan dan memikirkan alam. Semua kaidah ilmu pengetahuan yang telah mantap dan meyakinkan merupakan manifestasi dari pemikiran yang dianjurkan Alquran, tidak ada pertentangan sedikit pun akan hal ini. (bersambung ke bagian 3)


Kampanye Terkait

Zakat Maal



Rp 3,754,093 / Rp 1,000,000,000,000,000
hr tersisa

0%

Donasi